Panduan VPS#101 Part 2: Cara Membuat Server VPS di Vultr

Judul artikel cara membuat server VPS ini sebenarnya sudah saya buatkan post nya beberpa hari lalu, namun akibat down server karena pihak penyedia layanan hosting sedang maintenance, sehingga mengakibatkan hilangnya artikel yang sudah saya buat sebelumnya. Jika ditanya kesel? ya tentu karena artikel yang saya buat melebihi 800 kata dalam bahasan ini saja, dan murni itu tulisan dari hasil pemikiran saya.

Oke tidak apa, mungkin saya akan menulis ulang demi kelanjutan panduan VPS yang saat ini baru masuk part2.

Bagi yang ingin mengetahui lanjutan tutorial pert berikutnya silahkan gabung grup notif artikel baru di WhatsApp disini: https://exbloger.com/go/whatsapp

Pembahasan kali ini adalah cara setup vps baru yang akan di sewa di Vultr, yang pada hari sebelumnya sudah saya berikan tips agar bisa mendapatkan saldo gratis up-to $100 pada layanan vultr atau juga Digital Ocean.

Tutorial ini tentu lanjutan bagi Anda yang sudah membaca tutor part satu, yang dimana pada pert tersebut mengulas cara registrasi ke layanan penyedia VPS silahkan kunjungi halaman-nya jika belum pernah baca:

Untuk mengawali membuat droplet/server VPS silahkan login ke layanan Vultr bisa mengunjungi tautan berikut: https://my.vultr.com

Pada menu dengan icon +(tambah) klik menu tersebut untuk menambah server/droplet, atau bisa mengunjungi tautan langsung berikut ini: https://my.vultr.com/deploy/

Jika anda melihat disana ada opsi-opsi yang harus dipilih mungkin sebagai awam tentunya akan merasa kebingungan, nah disini saya akan memberikan penjelasan rinci.

Pada opsi tersebut ada tiga sub menu yang perlu diketahui diantaranya:

  1. Server Location
  2. Server Type
  3. Server Size

1️⃣ Server Location:
Menu ini menunjukan beberapa negara atau lokasi yang bermaksud “dilokasi mana server yang disewa akan dihidupkan?” tentunya disana terdapat banyak lokasi dengan berbagai negara seperti:

  • Tokyo – Japan
  • Singapore – Singapore
  • Amsterdam – Netherland
  • Paris – France
  • Frankfurt – Germany
  • London – United Kingdom
  • New York – United States
  • Chicago – United States
  • Dallas – United States
  • Atlanta – United States
  • Los Angeles – United States
  • Miami – United States
  • Seattle – United States
  • Silicon Valley – United States
  • Sedney – Australia

Lalu mana yang harus dipilih dari berbagai lokasi negara tersebut?

Kita tentukan pilihan dengan bekal ilmu SEO(search engine optimization) basic.

Pemahaman SEO basic adalah sebagai berikut:

Jika Anda mempunyai konten artikel berbahasa Indonesia maka sangan direkomendasikan menggunakan Server IIX(Server Indonesia), pada pemahaman SEO ini server dan konten yang sama sama dalam satu negara akan lebih berpengaruh positif dibanding jika Anda mengambil server Amerik sedangkan konten/teks yang ada pada blog berbahsa Indonesia.

Namun bisa Anda lihat di list server yang akan di sewa di vultr tidak ada server iix lalu harus memilih yang mana?

Dalam komunitas SEO jika terjadi pilihan seperti ini maka akan ada pilihan alternatif yaitu memilih server dengan lokasi terdekat dan dalam kasus ini bisa memilih server singapore sebagai pilihan jika blog yang dipublikasikan menggunakan bahasa Indonesia sebagai konten utama nya.

2️⃣Server Type:
Untuk onlinekan website tentu harus menggunakan web server yang ditampung oleh OS(operating system) online atau yang biasa disabut saat ini cloud.
OS yang dipakai untuk web server ini bisa menggunakan Windows Server namun pada umumnya atau kebanyakan website-website besar yang online saat ini kebanyakan menggunakan OS Linux sebagai OS untuk menghidupkan web server, nah pada list dibawah ini bisa pilih OS untuk online-kan website Anda dengan OS sebagai berikut:

  • Centos 6 x64
  • Centos 7 x64
  • CoreOS Stable x64
  • Debian 8 x64
  • Debian 9 x64
  • Fedora 27 x64
  • Fedora 28 x64
  • FreeBSD 10.4 x64
  • FreeBSD 11.2 x64
  • OpenBSD 6.3 x64
  • Ubuntu 14.04 x64
  • Ubuntu 16.04 x64
  • Ubuntu 18.04 x64
  • Windows Server R2 2012 x64
  • Windows Server 2014 x64

Semua OS di atas dapat dijadikan web server untuk online-kan website, namun pada umumnya para programer linux lebih banyak menggunakan OS Ubuntu & Centos karena dua Operating System tersebut lebih banyak komunitas-nya maka akan mudah untuk mencari materi jika sewaktu-waktu ada error atau kegagalan dalam pengoprasiannya.

Sampai disini saya anggap pilihan Anda berfokus antara Centos dan Ubuntu, namun yang akan dipelajari pada part ini saya akan menyajika tips dari VPS Ubuntu terlebih dahulu.

3️⃣Server Size:
Seperti pilihan sub menu 1&2 yaitu pilihan ini adalah pilihan yang flexible namun tentu yang paling mahal adalah pilihan terbaik.

Jika Anda lihat price list pada server size bisa melihat tertera harga mulai dari $2.50/mo hingga termahal yaitu $650/mo biaya tersebut adalah biaya akumulasi dalam waktu perbulan atau selama 30 hari.

Lalu bagaimana saya menentukan pilihan harga layanan? Padahal saya mau lebih hemat dalam mengeluarkan biaya untuk server.

Disini saya mempunyai pengalaman pribadi, jika website Anda hanya membutuhkan ruang seperti berikut:

  • Pengunjung harian hanya 1000
  • Jumlah Total Post artikel hanya =< 500

Dalam kondisi tersebut Anda bisa mulai menggunakan VPS dengan harga $3.50/mo dalam price list tersebut, namun jangan takut jika sewaktu-waktu ruang yang dibutuhkan ternyata lebih dari yang diperkirakan, karena Anda bisa upgrade lebih leluasa dan mudah dengan hanya satu kali klik.

Tiga poin diatas sudah dibahas, sedangkan sub menu lainnya seperti Additional Features, Startup Script dll biarkan saja default.

Mari kita ulas kembali saya rasa kita akan memilih server dengan spesifikasi seperti berikut:

  • Lokasi server = Indonesia
  • Operating System(OS) = Ubuntu 16.04
  • Server size cukup langganan sewa $3.50/mo

P.S!!: Sebaiknya pilihan disamakan untuk kelancaran tutorial ini.

Setelah menentukan opsi silahkan beri label pada sub menu “Server Hostname & Label” dan beri label untuk latihan kali ini yaitu: VPSbaru.

Final-nya klik tombol “Deploy Now” dan tunggu sesaat kemudian karena Anda sedang disiapkan pembuatan VPS baru secara otomatis oleh penyedia(Vultr), sekarang silahakan bukan Email yang ter-registrasi pada layanan ini, dalam beberapa waktu mungkin Anda sudah mendapatkan pesan inbox dari pihak Vultr yang memberikan informasi rincian sebagai berikut contohnya:

🌟IPv4 Address:
🌟OS:
🌟RAM:
🌟Storage:
🌟Location:
🌟Label:

VPS dengan OS Linux tentu berbeda dengan windows yang bisa di kendalian menggunakan mouse namun beda hal nya dengan VPS Linux, karena untuk mengendalikannya harus menggunakan Command Line(baris perintah).

Untuk mengendalikannya kita memerlukan software Putty jika menggunakan komputer Windows sebagai alat untuk connecting ke VPS nya. Bisa download Putty dan Install bisa kunjungi halaman web officialnya di: https://www.putty.org

Sedangkan jika pengguna MacOS / Linux bisa menggunakan perintah: ssh [email protected](ini adalah ilustrasi IPv4 Address) kemudian ENTER.

Jika sudah di download dan terinstall Putty, selanjutnya jalankan dengan mengisi form sebagai berikut:

Host Name: Di isi dengan IPv4 Address
Port: Biarkan default *22
Saved Sessions: Isi dengan label (contoh: VPSbaru)

Terakhir klik tombol save untuk menyimpan configurasi jika sewaktu-waktu membutuhkan untuk menjalankan kembali VPS yang disewa dengan aplikasi Putty, dan terakhir klik tombol open.

Jika ada pop-up ⚠️ puTTy Scurity Alert klik saja YES. Maka akan muncul jendela Hitam dan dari situ Anda bisa mengontrol Server berbasis Linux dengan Command Line.

Pada Awalnya akan ada permitaan akses login, ketikan root pada “login as” kemudian tekan Enter dan isikan password yang disertakan pada menu Server Detail di laman Vultr https://my.vultr.com/

Tips!!: Pada jendela aplikasi PuTTY fungsi CTRL+C & CTRL+V tidak berlaku, jadi jika ingin copy command bisa dengan cara block teks-nya maka otomatis ter-copy. Dan jika paste-nya dengan cara hanya menentukan cursor pada jendela putty kemudian klik kanan pada mouse(right click).

Demikian tips pada part 2 ini saya rinci dengan sangat mendetail, untuk mengikuti tips pada part selanjutnya bisa mengikuti grup notif artikel baru di WhatsApp.