Apa itu WordPress, Apa Juga WordPress.com dan Sejarah Pembuatannya

Istilah blogger sangat identik dengan layanan blog gratis Blogger.com kepunyaan Google. Padahal, semua orang yang berkecimpung di dunai blog dijuluki sebagai blogger terlepas apa platform yang dipakai, baik Blogger, Tumblr, Weebly atau WordPress. Untuk platform terakhir, topik yang membahas apa itu WordPress, trik, tutorial dan tetek-bengeknya sudah sangat banyak. Bukan hal yang aneh, sebab WordPress merupakan salah satu cms blogging yang paling banyak dipakai di seluruh dunia.

Apa itu WordPress

Dari uraian di atas, seharusnya Anda bisa menangkap benang merah untuk menjawab pertanyaan ini. Yap, tepat sekali. WordPress adalah cms atau content management system bersifat open source yang bisa dipakai oleh semua orang sebagai platform blogging di situsnya.

WordPress sendiri tersedia dalam dua tipe. Tipe pertama disebut dengan WordPress.com, layanan gratis yang ditawarkan oleh Automatic, brand yang membawahi berbagai produk kembangannya. WordPress.com memungkinkan siapapun untuk membuat blog tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali. Kelemahannya, blog Anda nantinya diposisikan sebagai subdomain, misalnya menjadi www.namaanda.wordpress.com.

Tipe yang kedua adalah WordPress.org atau lebih dikenal dengan sebutan WordPress (tanpa embel-embel). Jenis ini juga umum disebut dengan WordPress self-hosted di mana Anda harus mempersiapkan domain dan hosting terlebih dahulu. Di jenis ini, WordPress disediakan dalam bentuk script cms yang bisa diunduh oleh publik, kemudian diupload ke server dan menjadi platform default bagi admin dan segala keperluan di dalamnya.

Sejarah WordPress

WordPress dibuat oleh seorang pria kelahiran 11 Januari 1984 bernama Matthew Charles Matt Mullenweg. Pengusaha media online asal Amerika Serikat ini mengalami kesulitan untuk menemukan content management yang reliable menyusul berhentinya pengembangan B2 oleh foundernya, Michel Valdrighi. Berangkat dari masalah tersebut, Matt kemudian mengembangkan cms baru dengan mengadopsi coding B2 lalu meluncurkannya dengan nama WordPress pada tahun 2003. Kini, WordPress berada di bawah bandera Automatic, bisnis yang dinahkodai sendiri oleh Matt.

Fase Pengembangan WordPress

2003. Di tahun ini, WordPress diluncurkan pertama kali dengan konsep yang sangat sederhana.

2004. Setahun kemudian WordPress meluncurkan versi 1.2 dengan kode nama Mingus. Di versi ini perubahan signifikan ditawarkan, yaitu berupa dukungan plugin yang menjadi cikal bakal kunci sukses WordPress yang sekarang.

2005. WordPress 1.5 lahir di tahun ini, di mana sejarah tema dimulai. Dinamai Strayhorn, pengembang WordPress mulai memperkenalkan sistem penambahan tema dan juga halaman statis, dua fitur yang masih bertahan hingga hari ini.

2007. Wajah WordPress banyak berubah di versi bernama Ella (2.1) ini, di mana pengembang mulai memperkenalkan antarmuka dengan pendekatan baru, fitur spell check dan widget.

2008. Setahun berikutnya perubahan terjadi di panel backend (admin) yang mengadopsi desain Happy Cog. Automatic juga menawarkan panel admin untuk widget dan juga dukungan shortcode API.

2010. Terus berkembang, WordPress makin memperkokoh cengkramannya di industri piranti lunak manajemen konten. Versi berkode Thelonious ini WordPress mulai memperkenalkan custom post, taksonomi sederhana, menu costum termasuk latar belakang costom. Di tahun ini pula tema default Twenty Ten lahir.

2016. WordPress meluncurkan tema default berikutnya, Twenty Seventeen bersama sejumlah fitur baru antara lain dukungan video header, pratinjau PDF, custom CSS, peningkatan editor dan lain sebagainya.

2017. Perubahan besar terjadi di bagian editor, tentu di samping beberapa pembaruan lain, misalnya media widget baru, text widget, dan dihentikannya dukungan untuk Internet Explorer versi 8, 9 dan 10.

2018. yang paling baru, WordPress merilis editor bernama Gutenber yang telah diuji sejak beberapa bulan yang lalu. Anda juga bisa menemukan tema default baru, Twenty Nineteen.

Kelebihan WordPress

Hanya untuk tipe WordPress.org atau yang versi self-hosted, WordPress tela dipakai di 60 juta situs di seluruh dunia. Statistik ini menunjukkan popularitas WordPress bukan lagi kelas kaleng-kaleng, bahwa ada potensi bisnis bernilai jutaan Dollar tersimpan di dalamnya. Pertanyaannya, mengapa orang menyukai cms ini?

  • Gratis, ini jelas. Siapa sih yang tak suka dengan barang gratisan?
  • WordPress dapat dipermak, dirombak, dipoles atau apapun namanya, semua bisa dilakukan. Dengan WordPress seseorang bisa menjadi web media berita, toko online, forum, crowdfunding, iklan baris, media sosial dan lain sebagainya.
  • Tools pendukung yang lengkap. Tak hanya mempercantik tampilan, pengguna WordPress juga bisa mengunduh plugin untuk berbagai keperluan. Mayoritas di antaranya gratis dan freemium.
  • Mudah, bahkan untuk seseorang yang tidak pernah mempelajari coding, sekarang bisa membuat web profesional dengan WordPress.
  • Dukungan komunitas yang luas. Hampir di semua negara bisa dijumpai komunitasnya. Mereka dengan senang hati membantu saat seseorang menemui kendala.
  • Up-to-date. Nah, untuk yang satu ini tergantung juga sih. Karena di pembaruan Gutenberg, banyak pengguna yang justru mengeluh kebingungan. Mudah-mudah hanya kaget saja.

Baik, itu dia ulasan lengkap tentang apa itu WordPress, sekelumit tentang sejarah, fase pengembangan dan kelebihannya. Semoga bermanfaat, sampai jumpa!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *